Kalender Bali
Monday, 7 January 2013
KITA sudah memasuki tahun 2012 selama setengah bulan dan bersiap menyambut datangnya tahun Naga Air tanggal 4 Februari-–walaupun perayaan musim semi menurut kalender bulan jatuh pada tanggal 23 Januari mendatang. Tahun baru diwarnai dengan harapan baru, cita-cita, impian, dan tekad yang baru. Bukan hanya dalam lingkungan kerja namun juga dalam pribadi kita masing-masing.
Dalam dunia usaha dan bisnis, akhir tahun
ditandai dengan tutup buku. Perusahaan menghitung apa yang sudah
dihasilkan. Sedangkan awal tahun ditandai dengan memulai catatan baru,
target yang diharapkan dalam tahun berjalan, usaha baru yang perlu
dilakukan untuk mencapai target yang baru. Semua badan usaha
mengharapkan tahun ini lebih baik daripada tahun lalu dalam segi omzet,
keuntungan, dan sebagainya.
Kehidupan kita secara pribadi tidak
jauh berbeda. Semua orang berharap bahwa kehidupan hari ini lebih baik
daripada kemarin, hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Tahun
ini tentu harus lebih baik daripada tahun lalu. Secara tidak langsung
ini merupakan rahasia sukses, berusaha untuk lebih baik dan terus lebih
baik daripada hari-hari sebelumnya.
Banyak orang yang
menghubungkan kesuksesan dengan keberhasilan dalam bidang finansial,
keuntungan yang lebih besar atau pendapatan yang lebih baik sehingga
mampu memenuhi semua kebutuhan hidup dalam kualitas yang paling prima.
Banyak orang yang pernah sukses secara finansial namun tanpa memiliki
perencanaan untuk sukses secara terus menerus, kesuksesan tersebut hanya
bersifat sementara.
Kita membutuhkan pengetahuan dan keterampilan
untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan duniawi. Dengan kata lain,
kita perlu belajar dan terus belajar untuk menjaga pengetahuan yang kita
miliki. Kita perlu berlatih dan terus berlatih untuk menterampilkan
diri. Untuk semua itu, diperlukan semangat yang tidak mudah menyerah,
usaha yang terus menerus, ketekunan yang tidak ada habisnya, dan
kebijaksanaan untuk bisa melihat arah yang sudah ditempuh dan
memperbaiki diri apabila ada yang keliru.
Di sisi lain kehidupan
spiritual juga perlu diperhatikan. Harapan hidup yang terakhir pada
setiap orang adalah lahir di alam surga. Sedangkan sebagai umat Buddha
kita mengharapkan kebahagiaan tertinggi sebagai tujuan akhir. Untuk
mencapai semuanya, diperlukan kesuksesan dalam bidang batin. Kesuksesan
duniawi belum tentu membawa kita terlahir di alam yang lebih baik,
apalagi mencapai kebahagiaan tertinggi, apabila tanpa dilandasai dengan
kesuksesan dalam bidang batin.
Harta yang berlimpah, rumah yang
megah bak istana, kendaraan mewah, perusahaan yang beragam, semuanya
tidak akan kita bawa ketika kehidupan ini berakhir. Semuanya akan
berpindah tangan menjadi milik orang lain; mungkin menjadi sumber
keributan baru dalam keluarga karena semua pihak saling memperebutkan.
Untuk
mencapai kesuksesan dalam batin, kita juga perlu memiliki pengetahuan
dan latihan. Ajaran agama dapat menjadi pengetahuan yang mendasar.
Dengan membaca ajaran agama kita mengetahui apa yang baik dan pantas
untuk dilakukan dan apa yang tidak baik serta tidak pantas untuk
dilakukan. Ajaran agama tentu akan mengajarkan pengikut atau umatnya
untuk berbuat baik.
Hampir semua agama mengajarkan tentang cinta
kasih, kasih sayang, simpati, belas kasihan, peduli dengan sesama,
saling membantu, berdana, dan sebagainya. Banyak umat beragama
mengetahui hal ini. Sayangnya, sebagian besar mengetahui hanya sebatas
pengetahuan dan tidak pernah dipraktikkan dalam kehidupan ini. Kalau pun
mempraktikkan, sebatas hanya pada saat tertentu dengan pertimbangan
tertentu.
Memasuki tahun ini, mari kita buat harapan baru. Hidup
yang lebih sukses daripada tahun sebelumnya. Hari ini harus lebih baik
daripada kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Bukan
hanya dalam bidang duniawi, bisnis, karier, pelajaran, dan sebagainya.
Namun juga sukses dalam bidang spiritual. Kadar spiritual kita pada hari
ini harus lebih baik daripada kemarin dan esok harus lebih baik
daripada hari ini.
Luangkan waktu untuk melatih diri secara spiritual. Bermeditasi, membaca paritta, berdana kepada siapa saja yang membutuhkan, menjalankan sila yang lebih baik dan lebih taat, dan sebagainya. Semua ini dilakukan untuk bekal perjalanan hidup kita di masa mendatang. Terus melangkah di jalan Dhamma, mengembangkan Dhamma, dan melatih diri.
Semoga semua hidup berbahagia.
Labels:
Motivasi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Tri Sandya
About Me
Total Pageviews
16,171
0 comments:
Post a Comment